Entry di bawah untuk rujukan peribadi saya sahaja.... Cut and paste tanpa mengubah apa-apa. Tapi kalau berminat nak baca, silakan... sumber asal juga di linkkan...

2 September 2009 at 10:36 am In RuPa-RupI 31 Comments Tags: indonesia, malaysia, Pulau Jemor, Pulau Jemur
Klick untuk lihat Lokasi Pulau Jemur - Jemor
Ada dua pulau dengan mana yang sangat mirip yang sama-sama berlokasi di Selat Malaka. “Pulau Jemor, Malaysia” dan “Pulau Jemur, Indonesia”
http://www.traveljournals.net/explore/malaysia/map/m3272649/pulau_jemor.html
http://wikimapia.org/#lat=2.8840657&lon=100.5523682&z=10&l=0&m=h
Pulau Jemur terletak di Selat Malaka. Termasuk bagian dari Propinsi Riau, Indonesia. Pulau ini saat ini menjadi terkenal karena adanya website yang “keliru” menuliskan kepemilikannya karena bingun huruf ”U” dan “O”. Traveljournal.net salah menuliskan bahwa Pulau Jemur ini bagian dari Malaysia. Media di Indonesia dengan serta merta mengatakan adanya klaim kepemilikan dari Malaysia. Diantara Media yang terburu-buru dan merusak kredibilitasnya adalah Tempointeraktif.Com , KOMPAS.com INILAH.COM bahkan Antara-pun tidak melakukan verifikasi ada erbedaan antara Pulau JEMUR (Indonesia) dan Pulau JEMOR (Malaysia)
Benarkah ? Awas jangan sampai salah marah yang bikin malu.
Lokasi Pulau Jemur
Kalau dilihat disini : http://wikimapia.org/#lat= 2.8840657&lon=100.5523682& z=10&l=0&m=h terlihat bahwa Pulau Jemur memang lebih mudah diakses dari Malaysia. Ada kota-kota di dekat pulau ini yang dapat dipakai sebagai pangkalan untuk menuju ke Pulau Jemur. tentusaja ini sekdar fasilitas akomidasi sebelum mendatangi Pulau Jemur ini.
Pulau Jemur lebih dekat dengan Pulau Sumatra. Tetapi jauh dari perkotaan sebagai penyokong logistik seandainya akan mengembangkan Pulau ini untuk tujuan wisata.
Pulau Jemur lebih dekat dengan Pulau Sumatra. Tetapi jauh dari perkotaan sebagai penyokong logistik seandainya akan mengembangkan Pulau ini untuk tujuan wisata.
Kesalahan Traveljournals.net adalah menerangkan pulau ini bagian dari Malaysia. Memang aksesnya mudah secara logistik. Mungkin inilah yang dipakai sebagai alasan Traveljournals.net untuk mempermudah pengguna site ini apabila ingin mendatangi pulau Indah ini. Tetapi juga mungkin salah spelling (penulisan), mereka kurang peka dengan U dan O.
Dua pulau berdekatan dengan kemiripan Nama
Namun kalau kita lihat disini : http://www.traveljournals.net/explore/malaysia/map/m3272649/pulau_jemor.html Yang dimaksud Pulau Jemor adalah sebuah pulau keciiil di dekat Pelabuhan Klang (klik peta paling atas).
Bukannya diterlantarkan. Peta diatas menunjukkan bahwa sudah ada rencana pengembangan Pulau Jemur ini. Namun akses logistik menjadi kendala utama bagi traveler (orang yang suka jalan-jalan) dan turis.
Pulau indah yang minim logistik.
Yang perlu dipikirkan Riau dan Indonesia adalah, kalau datangnya dari sisi Timur (Malaysia) tentunya perlu imigrasi khusus, karena sudah melewati batas negara. Selain itu pulau yang sangat indah ini minim sekali infrastruktur logistiknya. Disinilah letak sulitnya mengembangkan sektor pariwisata di Pulau Jemur ini.
Jadi kalau saja Malaysia (pelabuhan Klang) ingin menjadi pelabuhan sebelum meunju Pulau Jemur ini adalah mempersiapkan keimigrasiannya. Jadi bisa dong join dengan Malaysia dalam hal ini.
Nah untuk Peulau Jemor ndak usah diceritakan ya. Yang jelas jangan mudah terpancing oleh media yang mulai malas melakukan verifikasi terhadap sebuah berita.
“Pakdhe kok tahu sih ?”
“Di Malaysia juga Brunei penulisan U dan O ini seringkali sesuai bunyinya. Telor atau telur ? Bunga Melur Atau Bunga Melor ?”
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
pak Dhe, barangkali hal ini sengaja di buat oleh media luaruntuk memancing agar hubungan indonesia dan malaysia menjadi panas.Setelah kasus tari pendet, pulau jemur, nanti apa lagi ….
Komentar oleh affandi — 2 September 2009 #
Iya, benar… jadi ini diibaratkan suatu episod yg terus berlnjut. semoga tidak memanas.
Komentar oleh rendra — 2 September 2009 #
mulai ada yg tdk beres nih pakdhe..kira2 siapa itu pihak ketiga yg akan mendapatkan keuntungan dari konfrontasi indonesia-malaysia? ah,itu biar jadi PR para telik sandi kita aja …
MALAYSIA TERLALU KECIL UNTUK MENJADI LAWAN INDONESIA
Komentar oleh Pengamat — 2 September 2009 #
Tak perlu meremehkan negara lain dulu. Malaysia memang kecil kalau dibandingkan dengan Indonesia. Tapi bagaimana dengan perekonomiannya?Kenyataannya adalah berbanding terbalik dengan negara kita.Coba mari kita sama2 benahi dulu ekonomi negara kita sehingga kita bisa dengan bangga memaklumkan bahwa Malaysia memang betul2 terlalu kecil untuk menjadi lawan Indonesia.Setuju……?????
Komentar oleh Khalita — 2 September 2009 #
VIVAnews – Kontroversi tari Pendet menimbulkan hubungan Indonesia – Malaysia memanas. Pemberitaan media dan perbincangan hangat di banyak milis pun berkembang ke isu-isu lain, seperti Tenaga Kerja Indonesia yang memburu pekerjaan hingga ke negeri jiran.
Media Malaysia menyebutkan, puluhan ribu TKI menyeberang ke Malaysia memburu pekerjaan karena negeri ini jauh lebih makmur ketimbang Indonesia.
Lantas bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan dengan Malaysia.
Untuk melihat kemakmuran kedua negara, banyak kalangan biasanya menggunakan ukuran pendapatan kotor per kapita (GNP) sebuah negara. Di sini bisa dibandingkan GNP antara Indonesia dengan Malaysia.
Jika mengacu pada data World Development Indicators database yang dirilis oleh Bank Dunia pada 1 Juli 2009, Malaysia berada di urutan ke 79 dengan GNP per kapita sebesar US$ 13.740 per tahun.
Sedangkan, Indonesia berada di urutan ke 146 dengan GNP per kapita sebesar US$ 3.830 per tahun. Itu setara dengan Rp 38 jutaan per tahun.
Itu berarti GNP per kapita Malaysia 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Artinya, penduduk Malaysia yang populasinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia secara rata-rata lebih makmur dari Indonesia.
Populasi Malaysia pada 2008 sekitar 25 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia 240 jutaan orang atau 10 kali lipat dibandingkan penduduk Malaysia.
Namun, jika membandingkan seberapa besar volume ekonominya secara nasional, Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Malaysia. Artinya, dilihat dari sisi kekuatan ekonomi, Indonesia jauh lebih berpengaruh dibandingkan Malaysia.
Menurut data World Development Indicators database 2008 yang dirilis Bank Dunia pada 1 Juli 2009, dilihat dari sisi produk domestik bruto (PDB), Indonesia jauh lebih kaya ketimbang Malaysia. Indonesia berada di urutan ke-19 mengalahkan negara-negara maju seperti Belgia, Swiss, Swedia, Norwegia, Denmark dan Arab Saudi.
Indonesia berada di bawah China, India, Australia dan Meksiko. Total PDB Indonesia berdasarkan data Bank Dunia sebesar US$ 514 miliar atau sekitar Rp 5000 triliunan.
Dengan PDB sebesar itu, Indonesia adalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia satu-satunya negara yang mewakili Asia Tenggara dalam forum G-20, kumpulan 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Selain Indonesia, di sini ada pula Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, China, India, Rusia hingga Australia.
Sedangkan, kekuatan ekonomi Malaysia jauh berada di bawah Indonesia. Bahkan, Malaysia juga kalah oleh Thailand, Afrika Selatan, Israel dan Nigeria sekalipun. Malaysia berada di urutan ke 42 dengan total PDB sebesar US$ 194 miliar atau hampir Rp 2000 triliunan. Artinya, kue ekonomi nasional Malaysia tidak sampai separuhnya ekonomi Indonesia.
Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata minimal 7 persen per tahun, Indonesia diharapkan bisa mendongkrak pendapatan per kapita masyarakat.
Tak mengherankan, lembaga keuangan dunia seperti PricewaterhouseCoopers memperkirakan Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi baru dunia bersama Brazil, Meksiko, Turki dan Rusia. Ekonomi Indonesia bakal jauh lebih maju dengan pendapatan per kapita berkali lipat. Jadi, mengapa musti tunduk dengan Malaysia? ….
Komentar oleh adjie — 2 September 2009 #
Untung bukan bunga molor, ya Pak Dhe…
Komentar oleh stania — 2 September 2009 #
Ooo jadi O = U kalo di Malay
Makanya kalo ditulis “Pakdhe molor mulu..” di Malay kebaca ” Pakdhe mulur mulu..”, begitu
Komentar oleh Ma'rufin — 2 September 2009 #
Otto melihat media di Indonesia kebanyakan masih mengedepankan “heboh dulu, nantikan ada klarifikasi”, bahkan kompas sekalipun.Mengapa..?Karena bila klarifikasi dilakukan dulu, dimana birokrasi demikian rumit dan berbelit, disertai data yg amburadul, maka berita tersebut tidak akan menaikkan rating mereka.Dengan heboh duluan, berita akan laku, lalu datang badai klarifikasi, yang jelas laku juga.Sekarang yg lagi heboh ya itu, lagu kebangsaan Malaysia..Heboh dulu, klarifikasi kemudian.Bila ditanya “mengapa tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan berita..?”Jawabanya lugas “kami hanya memberitakan berita di masyarakat. Itu tugas kami”
Komentar oleh Otto13 — 2 September 2009 #
Pak Dhe, aku jadi prihatin TKI yang bekerja di Malay sana. Di Indonesia namanya Suprapto, Sucipto, Pranoto, Joko, Susilo dan sebagainya dengan nama yang memakai huruf “O”. Di Malay sana dipanggilnya jadi apa dong……….?
Komentar oleh Dino19 — 3 September 2009 #
Wah, jadi pingin ke pulau Jemur (Indonesia) dan Jemor (Malaysia)…. Saya melihat banyaknya orang Indonesia beratus tahun lalu sehingga kini menyebabkan banyak tempat dinamai sama dengan di Malaysia. Masing-masing bahasa kemudian berkembang sesuai karakteristik lokal. Jadi nama pulaupun beda sedikit……
Ada pepatah: Apa jadinya kalau di dunia ini sama semua? Jadi tak apalah ada beza antara Indonesia dan Malaysia……
Komentar oleh rosul — 3 September 2009 #
Ya gimana ya. Aku TKI di Malaysia. banyak sekali nama tempatnya sama dengan Indonesia. Sentul di indonesia arena permotoran. Di Malaysia Sentul letaknya di pinggir kuala Lumpur. Di Sumatera ada Kampar. Wah di Malaysia pun ada bandar Kampar. Apa lagi. Pekanbaru pun ada di Malaysia. Rokan pun ada tapi di tambah Sungai Rokan.Kerna apa? Kerna orang tinggal di Malaysia dan Indonesia adalah orang yang sama asal usulnya.
Pokoknya tiada siapa yang diplagiat. Emangnya duluan lagi sebelum Belanda dan Ingeris datang, tiada sempadan negara antara duanya. Kita Nusantara
Komentar oleh Joerno — 3 September 2009 #
Coba kita renungkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia untung ruginya kalau kita konfrontasi. Bandingkan dengan bangsa serumpun di TIMTENG antara Irak dan Iran, antara Irak dan Kuwait, antara Fatah dan Hamas, percekcokan mereka membawa kehancuran bangsa mereka sendiri, sehingga negara lain mencaplok mereka karena kelemahan mereka sendiri.Kalau Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia maka mungkin NKRI akan terganggu dan mungkin negara adidaya akan menguasai kita lagi. Walau demikian kita memang harus tegas mengenai kepemilikan wilayah, sumber daya alam, budaya dan karya cipta anak bangsa kita, jangan sampai diserobot bangsa lain. Kita harus tegas katakan bahwa ini milik kita dan itu milik kamu, kamu jangn menyerobot milik kita, kalau masih membandel maka harus dikasih pelajaran .
Komentar oleh Yoyok — 3 September 2009 #
Setuju kita tidak perlu konfrontasi dengan malaysia.Jadi Malaysia mundur dari Ambalat. Sipadan boleh lah dimakan Malaysia. Dan jangan lagi Malaysia mengeklaim budaya asal Indonesia dikatakan berasal dari Malaysia.
Apakah Malaysia setuju ?
Komentar oleh Barma Wijaya — 3 September 2009 #
Ketika 17 agustus kemaren, di Metro tv ada tayangan tentang Rasa nasionalisme kita yang berada di persimpangan jalan. Generasi muda Indonesia sudah mulai luntur rasa nasionalismenya.
Tapi kali melihat perselisihan kita dengan Malaysia, semangat bela negaranya bener-bener salut.
mkn kalo orang gaul bilangnya kaya gini nih“gue emang gak terlalu nasionalis, tapi jangan coba-coba lo injek-injek negara gue!”
RDP –> Rakyat Indonesia bukannya tidak suka dengan negaranya. Tetapi mereka rata-rata tidak puas dengan pelayanan pemerintahnya.
Komentar oleh andi — 3 September 2009 #
Intinya Malaysia jangan memulai sesuatu yang menyakiti hati rakyat Indonesia … kami negara demokrasi, rakyat kami berdaulat, apabila rakyat kami sungguh terdesak lihat apa yang bisa rakyat kami lakukan untuk merubah suatu rezim. Kami anti-penjajahan dalam bentuk apapun.
Komentar oleh Dedy — 3 September 2009 #
Wah ternyata kita mesti belajar dulu sebelum NGAMUK ga karuan ya!!!!!!!!!
Komentar oleh Cheap Bali Cycling Tour — 3 September 2009 #
saya sudah konfirmasi ke website nya pak hehehe orang swedia kok yg punyamalu kita kalau marah tanpa buktimedia juga senengnya majang judul mentereng tanpa penyelidikan lebih lanjutdan parahnya pembaca di indonesia sukanya fast reading alias cuma baca judul ajahasilnya? caci maki aja tanpa penyelesaian
Komentar oleh cebong ipiet — 3 September 2009 #
Yang jelas jangan mudah terpancing oleh media yang mulai malas melakukan verifikasi terhadap sebuah berita.
100% setuju
Komentar oleh cebong ipiet — 3 September 2009 #
dasar maling sia ya tetep maling sia…….
Komentar oleh fuad — 3 September 2009 #
[...] http://rovicky.wordpress.com/2009/09/02/pulau-jemur-dimana-sih/. [...]
Ping balik oleh Pulau Jemur dan Pulau Jemor « Stories From The Road… SFTR — 3 September 2009 #
pak minta ijin gambarnya ya xixiix kemaren g sempet save
Komentar oleh cebong ipiet — 3 September 2009 #
HEEEIIII PETINGGI NEGERIKU INDONESIA,,,,,INGATLAH “SUMPAH PALAPA”TIDAK BARANG SEJENGKALPUN TANAH PUSAKA WARISAN INI YANG TELAH DIPERJUANGKAN DENGAN BERSIMBAH DARAH OLEH PAHLAWAN2 KITA…… DICURI BANGSA MALING SEPERTI MALAYSIA……….RIBUAN BAHKAN JUTAAN PEMUDA2 INDONESIA ,,,,SIAAAAAAP MAAAATI…!!!MEMBELA SETIAP JENGKAL TANAH PUSAKA YANG TERBENTANG DARI SABANG SAMPAI MERAUKE YG DI DALAMNYA TERDAPAT PULAU2 TERLUAR KITA SEPERTI “PULAU JEMUR” INI…!!!GANYAAAAAAAAAAAAAAANG GANYAAAAAAANG GANYAAAANG BANGSA PENCURI… MALING BAIDAB SEPERTI BANGSAT MALAYSIA INI…….!!!!!!!!
Komentar oleh yong.ambon — 3 September 2009 #
Trimakasih ulasannya, jadi lebih waspada dan cermat.Dan tentunya, parah banget ya media kita kalau seperti ini adanya.
Ijin reblog pak, makasih.salam dari Desa Pamulang, Tangerang – Banten
Komentar oleh cahpamulang — 4 September 2009 #
Walau kekeliruan udah diperjelaskan, masih ada yang emosi.. Saat ini dunia mau keamanan, cukuplah peperangan di Afghanistan, Iraq, Palestin.. kalau kita di nusantara bersengketa, yg ketawa besar negara2 Barat dan Israel.. make peace, not war!
Komentar oleh lambangsari — 4 September 2009 #
wah udah kena caci maki negara ku dan seluruh isinya baru dibikin klarifikasi…
Komentar oleh Melayu — 4 September 2009 #
Pendet yang salah Discovery Chanel yang punya gawe siapa…?Jemur yang salah web di Swedia yang punya gawe siapa…?Makanya hati hati juga bikin acara… media Indonesia beda sama Malaysia…!
Komentar oleh hero — 4 September 2009 #
Dari awal bukan cuma salah “O” sama “U” aja koordinat lokasinya juga lokasi pulau JemurSetelah ramai diperbincangkan baru dihapus itu nama sama koordinatnya (dikoreksi) jadi pulau Jemor
Komentar oleh hero — 4 September 2009 #
Kulonuwun Pak Dhe,nDerek langkung.Ngaten lho Pak Dhe,”O” kalawan “U” cetha wela-wela benten.Cobi Pak Dhe uninganiJANGAN “BOBOR” kalawan “BUBUR” SUMSUM benten lho Pak Dhe
Komentar oleh Ramadhan — 5 September 2009 #
Aq koq risih ya dengar masyarakat kita yg ngaku cinta Indondesia tp otaknya nol.
Uda dijelasin kaya diatas, uda pake peta, nama dan letak Jemor sama Jemur uda jelas beda…koq masih ada yg emosi ya?
dasar negeri yg aneh wkkkkkkkkkkk
Komentar oleh Risih — 5 September 2009 #
Wah Pakde tulisannya masuk TempoInteraktif loohhttp://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/09/05/brk,20090905-196389,id.html
Komentar oleh Barma Wijaya — 5 September 2009 #
different islands, similar names.. and those stupid indons believe their stupid media again? come on!
Komentar oleh r — 6 September 2009 #
Klick untuk lihat Lokasi Pulau Jemur - Jemor
Ada dua pulau dengan mana yang sangat mirip yang sama-sama berlokasi di Selat Malaka. “Pulau Jemor, Malaysia” dan “Pulau Jemur, Indonesia”
http://www.traveljournals.net/explore/malaysia/map/m3272649/pulau_jemor.html
http://wikimapia.org/#lat=2.8840657&lon=100.5523682&z=10&l=0&m=h
Pulau Jemur terletak di Selat Malaka. Termasuk bagian dari Propinsi Riau, Indonesia. Pulau ini saat ini menjadi terkenal karena adanya website yang “keliru” menuliskan kepemilikannya karena bingun huruf ”U” dan “O”. Traveljournal.net salah menuliskan bahwa Pulau Jemur ini bagian dari Malaysia. Media di Indonesia dengan serta merta mengatakan adanya klaim kepemilikan dari Malaysia. Diantara Media yang terburu-buru dan merusak kredibilitasnya adalah Tempointeraktif.Com , KOMPAS.com INILAH.COM bahkan Antara-pun tidak melakukan verifikasi ada erbedaan antara Pulau JEMUR (Indonesia) dan Pulau JEMOR (Malaysia)
Benarkah ? Awas jangan sampai salah marah yang bikin malu.
Lokasi Pulau Jemur
Kalau dilihat disini : http://wikimapia.org/#lat= 2.8840657&lon=100.5523682& z=10&l=0&m=h terlihat bahwa Pulau Jemur memang lebih mudah diakses dari Malaysia. Ada kota-kota di dekat pulau ini yang dapat dipakai sebagai pangkalan untuk menuju ke Pulau Jemur. tentusaja ini sekdar fasilitas akomidasi sebelum mendatangi Pulau Jemur ini.
Pulau Jemur lebih dekat dengan Pulau Sumatra. Tetapi jauh dari perkotaan sebagai penyokong logistik seandainya akan mengembangkan Pulau ini untuk tujuan wisata.
Pulau Jemur lebih dekat dengan Pulau Sumatra. Tetapi jauh dari perkotaan sebagai penyokong logistik seandainya akan mengembangkan Pulau ini untuk tujuan wisata.
Kesalahan Traveljournals.net adalah menerangkan pulau ini bagian dari Malaysia. Memang aksesnya mudah secara logistik. Mungkin inilah yang dipakai sebagai alasan Traveljournals.net untuk mempermudah pengguna site ini apabila ingin mendatangi pulau Indah ini. Tetapi juga mungkin salah spelling (penulisan), mereka kurang peka dengan U dan O.
Dua pulau berdekatan dengan kemiripan Nama
Namun kalau kita lihat disini : http://www.traveljournals.net/explore/malaysia/map/m3272649/pulau_jemor.html Yang dimaksud Pulau Jemor adalah sebuah pulau keciiil di dekat Pelabuhan Klang (klik peta paling atas).
Bukannya diterlantarkan. Peta diatas menunjukkan bahwa sudah ada rencana pengembangan Pulau Jemur ini. Namun akses logistik menjadi kendala utama bagi traveler (orang yang suka jalan-jalan) dan turis.
Pulau indah yang minim logistik.
Yang perlu dipikirkan Riau dan Indonesia adalah, kalau datangnya dari sisi Timur (Malaysia) tentunya perlu imigrasi khusus, karena sudah melewati batas negara. Selain itu pulau yang sangat indah ini minim sekali infrastruktur logistiknya. Disinilah letak sulitnya mengembangkan sektor pariwisata di Pulau Jemur ini.
Jadi kalau saja Malaysia (pelabuhan Klang) ingin menjadi pelabuhan sebelum meunju Pulau Jemur ini adalah mempersiapkan keimigrasiannya. Jadi bisa dong join dengan Malaysia dalam hal ini.
Nah untuk Peulau Jemor ndak usah diceritakan ya. Yang jelas jangan mudah terpancing oleh media yang mulai malas melakukan verifikasi terhadap sebuah berita.
“Pakdhe kok tahu sih ?”
“Di Malaysia juga Brunei penulisan U dan O ini seringkali sesuai bunyinya. Telor atau telur ? Bunga Melur Atau Bunga Melor ?”
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
pak Dhe, barangkali hal ini sengaja di buat oleh media luaruntuk memancing agar hubungan indonesia dan malaysia menjadi panas.Setelah kasus tari pendet, pulau jemur, nanti apa lagi ….
Komentar oleh affandi — 2 September 2009 #
Iya, benar… jadi ini diibaratkan suatu episod yg terus berlnjut. semoga tidak memanas.
Komentar oleh rendra — 2 September 2009 #
mulai ada yg tdk beres nih pakdhe..kira2 siapa itu pihak ketiga yg akan mendapatkan keuntungan dari konfrontasi indonesia-malaysia? ah,itu biar jadi PR para telik sandi kita aja …
MALAYSIA TERLALU KECIL UNTUK MENJADI LAWAN INDONESIA
Komentar oleh Pengamat — 2 September 2009 #
Tak perlu meremehkan negara lain dulu. Malaysia memang kecil kalau dibandingkan dengan Indonesia. Tapi bagaimana dengan perekonomiannya?Kenyataannya adalah berbanding terbalik dengan negara kita.Coba mari kita sama2 benahi dulu ekonomi negara kita sehingga kita bisa dengan bangga memaklumkan bahwa Malaysia memang betul2 terlalu kecil untuk menjadi lawan Indonesia.Setuju……?????
Komentar oleh Khalita — 2 September 2009 #
VIVAnews – Kontroversi tari Pendet menimbulkan hubungan Indonesia – Malaysia memanas. Pemberitaan media dan perbincangan hangat di banyak milis pun berkembang ke isu-isu lain, seperti Tenaga Kerja Indonesia yang memburu pekerjaan hingga ke negeri jiran.
Media Malaysia menyebutkan, puluhan ribu TKI menyeberang ke Malaysia memburu pekerjaan karena negeri ini jauh lebih makmur ketimbang Indonesia.
Lantas bagaimana sesungguhnya kondisi ekonomi Indonesia dibandingkan dengan Malaysia.
Untuk melihat kemakmuran kedua negara, banyak kalangan biasanya menggunakan ukuran pendapatan kotor per kapita (GNP) sebuah negara. Di sini bisa dibandingkan GNP antara Indonesia dengan Malaysia.
Jika mengacu pada data World Development Indicators database yang dirilis oleh Bank Dunia pada 1 Juli 2009, Malaysia berada di urutan ke 79 dengan GNP per kapita sebesar US$ 13.740 per tahun.
Sedangkan, Indonesia berada di urutan ke 146 dengan GNP per kapita sebesar US$ 3.830 per tahun. Itu setara dengan Rp 38 jutaan per tahun.
Itu berarti GNP per kapita Malaysia 3,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia. Artinya, penduduk Malaysia yang populasinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia secara rata-rata lebih makmur dari Indonesia.
Populasi Malaysia pada 2008 sekitar 25 juta orang. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia 240 jutaan orang atau 10 kali lipat dibandingkan penduduk Malaysia.
Namun, jika membandingkan seberapa besar volume ekonominya secara nasional, Indonesia jauh lebih besar dibandingkan Malaysia. Artinya, dilihat dari sisi kekuatan ekonomi, Indonesia jauh lebih berpengaruh dibandingkan Malaysia.
Menurut data World Development Indicators database 2008 yang dirilis Bank Dunia pada 1 Juli 2009, dilihat dari sisi produk domestik bruto (PDB), Indonesia jauh lebih kaya ketimbang Malaysia. Indonesia berada di urutan ke-19 mengalahkan negara-negara maju seperti Belgia, Swiss, Swedia, Norwegia, Denmark dan Arab Saudi.
Indonesia berada di bawah China, India, Australia dan Meksiko. Total PDB Indonesia berdasarkan data Bank Dunia sebesar US$ 514 miliar atau sekitar Rp 5000 triliunan.
Dengan PDB sebesar itu, Indonesia adalah negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Karena itu, Indonesia satu-satunya negara yang mewakili Asia Tenggara dalam forum G-20, kumpulan 20 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Selain Indonesia, di sini ada pula Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Jepang, China, India, Rusia hingga Australia.
Sedangkan, kekuatan ekonomi Malaysia jauh berada di bawah Indonesia. Bahkan, Malaysia juga kalah oleh Thailand, Afrika Selatan, Israel dan Nigeria sekalipun. Malaysia berada di urutan ke 42 dengan total PDB sebesar US$ 194 miliar atau hampir Rp 2000 triliunan. Artinya, kue ekonomi nasional Malaysia tidak sampai separuhnya ekonomi Indonesia.
Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata minimal 7 persen per tahun, Indonesia diharapkan bisa mendongkrak pendapatan per kapita masyarakat.
Tak mengherankan, lembaga keuangan dunia seperti PricewaterhouseCoopers memperkirakan Indonesia bakal menjadi kekuatan ekonomi baru dunia bersama Brazil, Meksiko, Turki dan Rusia. Ekonomi Indonesia bakal jauh lebih maju dengan pendapatan per kapita berkali lipat. Jadi, mengapa musti tunduk dengan Malaysia? ….
Komentar oleh adjie — 2 September 2009 #
Untung bukan bunga molor, ya Pak Dhe…
Komentar oleh stania — 2 September 2009 #
Ooo jadi O = U kalo di Malay
Makanya kalo ditulis “Pakdhe molor mulu..” di Malay kebaca ” Pakdhe mulur mulu..”, begitu
Komentar oleh Ma'rufin — 2 September 2009 #
Otto melihat media di Indonesia kebanyakan masih mengedepankan “heboh dulu, nantikan ada klarifikasi”, bahkan kompas sekalipun.Mengapa..?Karena bila klarifikasi dilakukan dulu, dimana birokrasi demikian rumit dan berbelit, disertai data yg amburadul, maka berita tersebut tidak akan menaikkan rating mereka.Dengan heboh duluan, berita akan laku, lalu datang badai klarifikasi, yang jelas laku juga.Sekarang yg lagi heboh ya itu, lagu kebangsaan Malaysia..Heboh dulu, klarifikasi kemudian.Bila ditanya “mengapa tidak melakukan penelitian terhadap keabsahan berita..?”Jawabanya lugas “kami hanya memberitakan berita di masyarakat. Itu tugas kami”
Komentar oleh Otto13 — 2 September 2009 #
Pak Dhe, aku jadi prihatin TKI yang bekerja di Malay sana. Di Indonesia namanya Suprapto, Sucipto, Pranoto, Joko, Susilo dan sebagainya dengan nama yang memakai huruf “O”. Di Malay sana dipanggilnya jadi apa dong……….?
Komentar oleh Dino19 — 3 September 2009 #
Wah, jadi pingin ke pulau Jemur (Indonesia) dan Jemor (Malaysia)…. Saya melihat banyaknya orang Indonesia beratus tahun lalu sehingga kini menyebabkan banyak tempat dinamai sama dengan di Malaysia. Masing-masing bahasa kemudian berkembang sesuai karakteristik lokal. Jadi nama pulaupun beda sedikit……
Ada pepatah: Apa jadinya kalau di dunia ini sama semua? Jadi tak apalah ada beza antara Indonesia dan Malaysia……
Komentar oleh rosul — 3 September 2009 #
Ya gimana ya. Aku TKI di Malaysia. banyak sekali nama tempatnya sama dengan Indonesia. Sentul di indonesia arena permotoran. Di Malaysia Sentul letaknya di pinggir kuala Lumpur. Di Sumatera ada Kampar. Wah di Malaysia pun ada bandar Kampar. Apa lagi. Pekanbaru pun ada di Malaysia. Rokan pun ada tapi di tambah Sungai Rokan.Kerna apa? Kerna orang tinggal di Malaysia dan Indonesia adalah orang yang sama asal usulnya.
Pokoknya tiada siapa yang diplagiat. Emangnya duluan lagi sebelum Belanda dan Ingeris datang, tiada sempadan negara antara duanya. Kita Nusantara
Komentar oleh Joerno — 3 September 2009 #
Coba kita renungkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia untung ruginya kalau kita konfrontasi. Bandingkan dengan bangsa serumpun di TIMTENG antara Irak dan Iran, antara Irak dan Kuwait, antara Fatah dan Hamas, percekcokan mereka membawa kehancuran bangsa mereka sendiri, sehingga negara lain mencaplok mereka karena kelemahan mereka sendiri.Kalau Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia maka mungkin NKRI akan terganggu dan mungkin negara adidaya akan menguasai kita lagi. Walau demikian kita memang harus tegas mengenai kepemilikan wilayah, sumber daya alam, budaya dan karya cipta anak bangsa kita, jangan sampai diserobot bangsa lain. Kita harus tegas katakan bahwa ini milik kita dan itu milik kamu, kamu jangn menyerobot milik kita, kalau masih membandel maka harus dikasih pelajaran .
Komentar oleh Yoyok — 3 September 2009 #
Setuju kita tidak perlu konfrontasi dengan malaysia.Jadi Malaysia mundur dari Ambalat. Sipadan boleh lah dimakan Malaysia. Dan jangan lagi Malaysia mengeklaim budaya asal Indonesia dikatakan berasal dari Malaysia.
Apakah Malaysia setuju ?
Komentar oleh Barma Wijaya — 3 September 2009 #
Ketika 17 agustus kemaren, di Metro tv ada tayangan tentang Rasa nasionalisme kita yang berada di persimpangan jalan. Generasi muda Indonesia sudah mulai luntur rasa nasionalismenya.
Tapi kali melihat perselisihan kita dengan Malaysia, semangat bela negaranya bener-bener salut.
mkn kalo orang gaul bilangnya kaya gini nih“gue emang gak terlalu nasionalis, tapi jangan coba-coba lo injek-injek negara gue!”
RDP –> Rakyat Indonesia bukannya tidak suka dengan negaranya. Tetapi mereka rata-rata tidak puas dengan pelayanan pemerintahnya.
Komentar oleh andi — 3 September 2009 #
Intinya Malaysia jangan memulai sesuatu yang menyakiti hati rakyat Indonesia … kami negara demokrasi, rakyat kami berdaulat, apabila rakyat kami sungguh terdesak lihat apa yang bisa rakyat kami lakukan untuk merubah suatu rezim. Kami anti-penjajahan dalam bentuk apapun.
Komentar oleh Dedy — 3 September 2009 #
Wah ternyata kita mesti belajar dulu sebelum NGAMUK ga karuan ya!!!!!!!!!
Komentar oleh Cheap Bali Cycling Tour — 3 September 2009 #
saya sudah konfirmasi ke website nya pak hehehe orang swedia kok yg punyamalu kita kalau marah tanpa buktimedia juga senengnya majang judul mentereng tanpa penyelidikan lebih lanjutdan parahnya pembaca di indonesia sukanya fast reading alias cuma baca judul ajahasilnya? caci maki aja tanpa penyelesaian
Komentar oleh cebong ipiet — 3 September 2009 #
Yang jelas jangan mudah terpancing oleh media yang mulai malas melakukan verifikasi terhadap sebuah berita.
100% setuju
Komentar oleh cebong ipiet — 3 September 2009 #
dasar maling sia ya tetep maling sia…….
Komentar oleh fuad — 3 September 2009 #
[...] http://rovicky.wordpress.com/2009/09/02/pulau-jemur-dimana-sih/. [...]
Ping balik oleh Pulau Jemur dan Pulau Jemor « Stories From The Road… SFTR — 3 September 2009 #
pak minta ijin gambarnya ya xixiix kemaren g sempet save
Komentar oleh cebong ipiet — 3 September 2009 #
HEEEIIII PETINGGI NEGERIKU INDONESIA,,,,,INGATLAH “SUMPAH PALAPA”TIDAK BARANG SEJENGKALPUN TANAH PUSAKA WARISAN INI YANG TELAH DIPERJUANGKAN DENGAN BERSIMBAH DARAH OLEH PAHLAWAN2 KITA…… DICURI BANGSA MALING SEPERTI MALAYSIA……….RIBUAN BAHKAN JUTAAN PEMUDA2 INDONESIA ,,,,SIAAAAAAP MAAAATI…!!!MEMBELA SETIAP JENGKAL TANAH PUSAKA YANG TERBENTANG DARI SABANG SAMPAI MERAUKE YG DI DALAMNYA TERDAPAT PULAU2 TERLUAR KITA SEPERTI “PULAU JEMUR” INI…!!!GANYAAAAAAAAAAAAAAANG GANYAAAAAAANG GANYAAAANG BANGSA PENCURI… MALING BAIDAB SEPERTI BANGSAT MALAYSIA INI…….!!!!!!!!
Komentar oleh yong.ambon — 3 September 2009 #
Trimakasih ulasannya, jadi lebih waspada dan cermat.Dan tentunya, parah banget ya media kita kalau seperti ini adanya.
Ijin reblog pak, makasih.salam dari Desa Pamulang, Tangerang – Banten
Komentar oleh cahpamulang — 4 September 2009 #
Walau kekeliruan udah diperjelaskan, masih ada yang emosi.. Saat ini dunia mau keamanan, cukuplah peperangan di Afghanistan, Iraq, Palestin.. kalau kita di nusantara bersengketa, yg ketawa besar negara2 Barat dan Israel.. make peace, not war!
Komentar oleh lambangsari — 4 September 2009 #
wah udah kena caci maki negara ku dan seluruh isinya baru dibikin klarifikasi…
Komentar oleh Melayu — 4 September 2009 #
Pendet yang salah Discovery Chanel yang punya gawe siapa…?Jemur yang salah web di Swedia yang punya gawe siapa…?Makanya hati hati juga bikin acara… media Indonesia beda sama Malaysia…!
Komentar oleh hero — 4 September 2009 #
Dari awal bukan cuma salah “O” sama “U” aja koordinat lokasinya juga lokasi pulau JemurSetelah ramai diperbincangkan baru dihapus itu nama sama koordinatnya (dikoreksi) jadi pulau Jemor
Komentar oleh hero — 4 September 2009 #
Kulonuwun Pak Dhe,nDerek langkung.Ngaten lho Pak Dhe,”O” kalawan “U” cetha wela-wela benten.Cobi Pak Dhe uninganiJANGAN “BOBOR” kalawan “BUBUR” SUMSUM benten lho Pak Dhe
Komentar oleh Ramadhan — 5 September 2009 #
Aq koq risih ya dengar masyarakat kita yg ngaku cinta Indondesia tp otaknya nol.
Uda dijelasin kaya diatas, uda pake peta, nama dan letak Jemor sama Jemur uda jelas beda…koq masih ada yg emosi ya?
dasar negeri yg aneh wkkkkkkkkkkk
Komentar oleh Risih — 5 September 2009 #
Wah Pakde tulisannya masuk TempoInteraktif loohhttp://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/09/05/brk,20090905-196389,id.html
Komentar oleh Barma Wijaya — 5 September 2009 #
different islands, similar names.. and those stupid indons believe their stupid media again? come on!
Komentar oleh r — 6 September 2009 #


5 comments:
liat ya pake mata jangan pake gigi!!!
pendapatan perkapita kita udah jelas jauh di bawah negeri jiran.. hmmm.. mau perang? so sekali ketuk palu mahkamah negeri seberang balikkan semua TKI jutaan orang ke Indonesia, mana nak letak?
Ganyang?? sediakan jutaan peti mati untuk TKI dulu baru kau ganyang malaysia. bodoh yong ambon satu ni.. kau yang seharusnya diganyang dengan cara diberikan pendidikan yang lebih tinggi biar pintar dan bijaksana dalam bertindak.
Media makan gaji buta.. lo tau gak karna ke idiotan lo makanya semua jadi berabe. klarifikasi dulu baru koar2.. bikin malu.. kagak educated banget!! huh.. bodoh!! malu kan lo udah ketahuan misunderstanding.
pengen deh gue liat media Msia meludah muka lo semua biar lengkap rasa malu lo!!
untuk Aina@Azila dan Andrew: ok..utk klaim pulau jemur kita memang sepakat utk DISUDAHI..saya setuju itu krn memang kesalahan media indonesia yg dibesar-besarkan..
inti permasalahan yg saat ini menjadi panas adalah sensitivitas masyarakat indonesia yg sudah terluka krn tindakan PEMERINTAH MALAYSIA setelah kasus sipadan ligitan dan kemudian disusul oleh beberapa kasus seperti blok ambalat..masalah tsb diperparah oleh beberapa berita mengenai penyiksaan dan pemerkosaan serta perlakuan TKI di negeri anda yg sangat keterlaluan...ditambah lagi kasus-kasus beberapa waktu yang lalu seputar "klaim" budaya dari indonesia seperti reog, batik,keris,angklung,dll...
HAL TERSEBUT DIATAS TELAH MEMICU KEMARAHAN (SENSITIVITAS) WARGA INDONESIA SEHINGGA KADANG KITA KURANG MEMPERHATIKAN KEBENARAN SEBUAH BERITA LAGI..
dalam kasus pendet, kami sbg bagian dari masyarakat indonesia merasa kecewa dgn pemerintah anda krn menggunakan tari pendet untukkeprluan komersial TANPA pemberitahuan atau pencantuman credit pada iklan komersil tersebut terhadap pemerintah INDONESIA..
OK kalo pihak produser dan discovery channel sudah minta maaf kpd pemerintah indonesia, NAMUN dalam hal ini PEMERINTAH MALAYSIA terkesan angkuh tanpa mau meminta maaf..padahal mereka sebagai pihak terkait seharusnya telah mengecek iklan tsb sebelum ON-AIR...
SATU HAL LAGI mengenai beberapa situs dan forum-forum di internet yang sangat memprovokasi masyarakat indonesia yang sangat jelas-jelas melecehkan indonesia. CATATAN UTK HAL INI MASIH PERLU DIBUKTIKAN APAKAH SIPEMBUAT SITUS ATAU FORUM ADALAH BENAR2 ORANG MALAYSIA!!!!
apabila hal tsb benar-benar dilakukan oleh malaysia maka sangat tdk berlebihan apabila kami bangsa indonesia sangat marah dgn tindakan tsb NAMUN APABILA BUKAN ORANG MALAYSIA, akan menjadi tanggung jawab indonesia malaysia utk mencari pihak bertanggung jawab thd situs-situs dan forum tersebut..
SEMOGA SAJA PEMERINTAH MALAYSIA AKAN LEBIH BERHATI-HATI DALAM MELAKUKAN SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBUDAYAAN MAUPUN WILAYAH INDONESIA, MENGINGAT SITUASI DI INDONESIA SUDAH SEMAKIN PANAS!!!
http://main-conspiracies.blogspot.com/
kak aina...emy dh cari2 pasal pulau jemor ni...wahh sebenarnye pulau ni memang best..maaf ye bukan yang indonesia punya..yang malaysia punya...
pulau ni rupanya syurga kaki pancing....
emy ada terjunpa group yg pergi sana siap tangkap gmbr lgi..heeee
http://poji.multiply.com/photos
kalau kita tanya pada kaki pancing kan..diorang memang akan cerita pasal pulau2 yang best tuk memancing....
adrew ko suka pancing ikan tak..ke suka pancing pompuan
hahahahahahahah
Andrew>
"liat ya pake mata jangan pake gigi!!!"...
Wakakakaka... jadinya, lihat pakai gigi, gigit pakai mata...
Pak Daniel>
Indonesian sepatutnya mengerah seluruh tenaga kerja yang ada membangunkan RI. Sebenarnya RI punya banyak resources. Bukannya mengerah seluruh tenaga rakyat untuk mengayang negara jiran.
Permata>
Hrrmmm..akak rasa Andrew tu, cuma tahu pancing perempuan jer. Tul tak Andrew? Kalau Andrew nak ikan, dia gi cari kat market jer...kekeke..just kidding Andrew.
ish... jadi blushing pulak muka ni hiks.. tulah semer dah tau saya suka pancing pompuan, kikikik.. kalau inang n honey nampak pasti dorang tambah lagi komen. kikikik...
Post a Comment