Friday, September 4, 2009

Pendet... pendet.. pendet...Berapa kali nak cakap???

Isu tarian pendet tak habis2 lagi di Indonesia. Hishhh geram betul I. Dah puas kita explain kat die orang, tapi tetap dok minta kita jelaskan isu tari pendet. Hari ni, keluar lagi berita..[lihat di sini].

Dah berbuit mulut explain, tak faham faham... dok asyik kata kita curi budaya dia...Lepas tu diungkit lagi pasal tarian Reog. Mana ada tarian tu di Malaysia.. Reog dan Pendet.. ada saper saper pernah dengar?

10 comments:

Anonymous said...

rege pernah dengar..reog tak pernah

pendet tu bukan ke pelat org cina bile sebut perkataan PENDEK...anak jiran i yg cine tu bile sebut perkataan pendek = pendet....

Aina@Azila said...

HAHAHA... rege..tu best... Reog memang tak ada. dia ala ala India bawa kavadi pun ada gak...

Pendet, tarian untuk org pendek kot kikiki..No laa, just kidding. Pendet tu tarian orang Bali.

Anonymous said...

meh kite cipta tarian baru..kite namakan tarian melas... (tarian melayu+tarian asli)...atau kite gabungkan name Reog dgn pendet..jadi Redet..amacam..ade berani tak?

Daniel DPK said...

just wanna confirm about pendet dance claim..why it still be big case in indonesia isbecause the explanation from the producer of enigmatic malysia,discovery channel,and malay tourism department still isn't connected and smell something..

specifically for the related department,pelancongan department, as a government,this kind of commercial ads should be noted by them before publish..the big question is:

Is it true that Pelancongan deparment had not review for this commercial ads,? It's quite impposible..we assume that they've already did it...

if pelancongan deparment already review this ads, then how come they use pendet which internationally recognized by the world originally from bali, as part of the ads for malaysian tourism? sounds silly isn't it...

moreover,after so many cases between indo-malay..why those department doesn't seem care about sensibility of indonesian people...
the point is that it is about sensitivity of indonesian people which hurted by some accidentally action made by some poeple or department in malaysia..

http://main-conspiracies.blogspot.com/

Aina@Azila said...

Terima kasih Pak Daniel,
Saya akan cuba terangkan dengan ayat yang paling ringkas.

1. Discovery Channel itu buka rancangan Malaysia. Ia adalah rancangan milik Amerika.

2. KRU production (syarikat Malaysia) adalah part of the team yang membuat pengambaran Enigmatic Malaysia. Scope mereka, hanyalah membuat dokumentari tersebut. Itu sahaja. KRU dipilih sebab bila Discovery Channel nak buat dokumentasi mengenai sesuatu negara, wajarlah ada orang tempatan.

3. Enigmatic Malaysia BUKAN lah iklan mempromosi Malaysia seperti dikatakan oleh media Indonesia. Ianya ialah siri dokumentari, seperti National Geographic, Animal Planet. Tak ada kena mengena dengan Kementerian Tourism Malaysia.

4. Kesemua siri yang dihasilkan oleh KRU itu, tak ada langsung dimasukkan tari pendet. Siri dokumentari yg dihasilkan oleh KRU memang di periksa dan tak ada apa2 yang menyentuh tentang pandet. Malah producer KRU sendri tidak tahu apa itu tari pendet sebab itu BUKAN tarian yang ada di Malaysia.
Bila siap siri tersebut dihantar ke ibupejabat Discovery Channel.

5. Masalah timbul, bila Discovery Channel membuat sendiri 30saat promo untuk siri tersebut. Perlu diingatkan, promo itu BUKAN lah promo/iklan tourism Malaysia, tetapi promo untuk siri yang dihasilkan oleh Discovery Channel itu. Promo ini dihasilkan sendiri oleh Discovery Channel tanpa merujuk kepada KRU dan juga wakil2 dari Malaysia.

Promo 30 saat inilah yg menimbulkan salah sangka.

Saya sendiri ada menonton 2 dari siri ini selepas panas isu teri pendet. Ternyata...isi dokumentasi itu tak menyentuh Indonesia.

Discovery Channel tak ada kena mengena dengan kementerian tourism malaysia. Totally independent. Impossible Tourism Dept of Malaysia will go and check all the tv channel all over the world.

When Indonesian found that promo, and highlight it, and Malaysian also found that it is wrong, so Malaysian took fast action by finding who and who responsible on this. As the result, yeah...that promo slot is cut immedieatly. As malaysian people also dont want to accept Pendet as ours. If it is not ours, not ours..DONE!!! FULL STOP!!!

Jadinya, kenapa isu ini masih dibangkitkan? Yang menyiarkan ulang kembali kini hanyalah media indonesia sahaja.

Apa lagi yang tidak jelas Pak? Saya sedia berdiskusi dengan aman.

Andrew said...

Pada saat awal pertama saya dengar isu tari pendet di klaim oleh malaysia, hanya satu kata yang tercetus di otak saya yaitu "bodoh!!!..."

sapa yang bodoh? of course mereka yang tidak usul periksa siapa yang benar siapa yang salah lantas main hantam nyalahin negeri jiran.

sebelum pemintaan maaf dari KRU Msia kepada Menteri terkait di indonesia, kita semua seharusnya mikir donk apa mungkin Msia sebodoh dan segila itu mau meng-copyright-kan tarian yang sama sekali - kalau dipikir secara logika - memang tidak dikenal di tanah melayu..

terkait keterangan dari kak Aina tadi, nampak2nya yang buat keje bodoh ni DC tulah. sebab dengar penjelasan akak memangla make sense.
hasil suntingan KRU dah masuk dan dicek oleh pihak terkait lepastu baru pegi hantar kat DC head office.
eh tetiba pula hasil akirnya boleh jadi ada masuk tari Pendet tu for overall ads. tentulah pihak KRU n Msia terkejut beruk lepas tau dan xleh nak buat papepon.

cuma mungkin ke depannya pihak2 terkait di Msia mesti kena tighten terhadap siri2 TV yang ikut mempekerjakan pihak asing, terutama dalam hal Kebudayaan sebab nanti ditakutkan pihak2 asing tersebut yang akan membuat bencana dan malapetaka terhadap hubungan dua hala ni.

Kak Aina, ade pape updates mengenai maklum balas daripada DC apakah dorang minta maaf kat KRU sebab dah buat jadi macam ni, ataukah dorang ada pape statement berekoran kes ni?

Daniel DPK said...

untuk Aina@Azila dan Andrew: ok..utk klaim pulau jemur kita memang sepakat utk DISUDAHI..saya setuju itu krn memang kesalahan media indonesia yg dibesar-besarkan..

inti permasalahan yg saat ini menjadi panas adalah sensitivitas masyarakat indonesia yg sudah terluka krn tindakan PEMERINTAH MALAYSIA setelah kasus sipadan ligitan dan kemudian disusul oleh beberapa kasus seperti blok ambalat..masalah tsb diperparah oleh beberapa berita mengenai penyiksaan dan pemerkosaan serta perlakuan TKI di negeri anda yg sangat keterlaluan...ditambah lagi kasus-kasus beberapa waktu yang lalu seputar "klaim" budaya dari indonesia seperti reog, batik,keris,angklung,dll...

HAL TERSEBUT DIATAS TELAH MEMICU KEMARAHAN (SENSITIVITAS) WARGA INDONESIA SEHINGGA KADANG KITA KURANG MEMPERHATIKAN KEBENARAN SEBUAH BERITA LAGI..

dalam kasus pendet, kami sbg bagian dari masyarakat indonesia merasa kecewa dgn pemerintah anda krn menggunakan tari pendet untuk keperluan komersial TANPA pemberitahuan atau pencantuman credit pada iklan komersil tersebut terhadap pemerintah INDONESIA..

OK kalo pihak produser(KRU)dan discovery channel sudah minta maaf kpd pemerintah indonesia, NAMUN dalam hal ini PEMERINTAH MALAYSIA terkesan angkuh tanpa mau meminta maaf..padahal mereka sebagai pihak terkait seharusnya telah mengecek iklan tsb sebelum ON-AIR...

KALO ANDA BILANG BAHWA PELANCONGAN DEPERMENT TIDAK TAHU-MENAHU SEPUTAR IKLAN INI MENURUT SAYA TIDAK "MAKE IN SENSE"..DAN TERKESAN SEPERTI JUSTIFICATION OR EXCUSE FOR THIS MATTER...THIS IS THE POINT WHY WE CONSIDER YOUR GOVERMENT IS AROGAN...

FOR KRU, if you said there are no malaysian peolpe involve, it's silly...we've watch news interviewing the producer who said he's malaysian....they are THE MOST RESPONSIBLE ONE..as malaysian company should be aware about malaysian culture,right? is you're gonna use malaysian culture, that's fine...BUT, is it ethical for using pendet dance without asking permition from the owner? i don't think so..business is good, but without ethical that't a trouble..thinks about it!!

SATU HAL LAGI mengenai beberapa situs dan forum-forum di internet yang sangat memprovokasi masyarakat indonesia yang sangat jelas-jelas melecehkan indonesia. CATATAN UTK HAL INI MASIH PERLU DIBUKTIKAN APAKAH SIPEMBUAT SITUS ATAU FORUM ADALAH BENAR2 ORANG MALAYSIA!!!!

apabila hal tsb benar-benar dilakukan oleh malaysia maka sangat tdk berlebihan apabila kami bangsa indonesia sangat marah dgn tindakan tsb NAMUN APABILA BUKAN ORANG MALAYSIA, akan menjadi tanggung jawab indonesia malaysia utk mencari pihak bertanggung jawab thd situs-situs dan forum tersebut..

SEMOGA SAJA PEMERINTAH MALAYSIA AKAN LEBIH BERHATI-HATI DALAM MELAKUKAN SESUATU YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBUDAYAAN MAUPUN WILAYAH INDONESIA, MENGINGAT SITUASI DI INDONESIA SUDAH SEMAKIN PANAS!!!

http://main-conspiracies.blogspot.com/

Aina@Azila said...

Andrew>

Nampaknya, Andrew memahami apa yang akak cuba terangkan, thanks. But, seems like, other poeple cannot understand it at all.

Pada pandangan Andrew, adakah penjelasan akak di atas tidak cukup jelas untuk menerangkan apa yang sebenarnya berlaku? Or is it because am using Bahasa Melayu, so Indonesian cant understand my words? If it is my weakness, am willing to improve it. Teguran membina amat dialu-alukan...:)

Aina@Azila said...

Pak Daniel DPK>

Pertama sekali, terima kasih kerana sudi berbahas secara sopan. Saya amat menghargainya... Keduanya, tolong maafkan bahasa saya kerana saya akui, saya lemah dalam dua-dua bahasa; Melayu dan Inggeris, tapi saya pandai metematik :)

Disebabkan soalannya panjang, penjelasan saya juga panjang, saya akan jawab di entry terbaru bertajuk "Jawapan kepada Pak Daniel DPK". Mohon direfer ke sana.

Anonymous said...

takde masalah la. semua orang malaysia tahu tarian pendet dengan reog tu bukan tarian orang malaysia. kawan aku kat usa pun tahu.kalau asyik bergaduh, banyak buruk daripada baik. bulan baik ni. kita buat yang perkara yang baik-baik.